Batik Sasirangan Khas Kalimatan Dengan Gambar Batik Uniknya

Batik Sasirangan Khas Kalimatan Dengan Gambar Batik Uniknya


Berbicara mengenai batik, Batik adalah salah satu warisan budaya indonesia yang mendunia, Hampir disetiap daerah yang ada di indonesia mempunyai ciri khas masing masing pada gambar batik atau pola batik, salah satunya adalah Batik Sasirangan.

Batik Sasirangan ini adalah batik ciri khas dari Kalimantan Selatan, Kata Sasirangan sendiri di ambil dari kata pengerjaannya sendiri yaitu "Sirang" yang mempunyai makna Jelujur Atau Pelajuran dimana batik ini dibuat secara tradisional tanpa menggunakan mesin, dan batik sasirangan sendiri menyerupai khas batik dari Jogjakarta, Meski demikian motif batik sasirangan ini berbeda dengan batik jogja

Jika dilihat dari sejarah batik sasirangan ini bisa dibilang kain sakral untuk adat banjarmasin, dimana kain sasirangan ini diwariskan pada tahun "XII" lebih tepatnya ketika raja Lambung Mangkurat dipilih menjadi seorang patih dari Negara Dipa, Lambung Mangkurat sendiri adalah raja ke-2 atau pemangku Kerajaan Negara Dipa.

Pada jamannya batik sasirangan sering digunakan untuk acara adat, bahkan untuk hal yang berbau mistis, dan juga untuk pengobatan yang istilah dalam bahasa kalimatan selatan dengan sebutan "Batatamba".

Dengan seiring perkembangan era atau jaman dan juga semakin mendunianya kain batik Sasirangan ini, mulai ada pergeseran pada penggunaanya.

Di era atau jaman sekaran batik sasirangan ini tidak hanya sering sebagai acara ritual adat suku Banjar saja, akan tapi sudah melebar dan meluas melebihi batas batas sakral atau mistis sebagaimana fungsinya.

Batik Sasirangan sekarang sudah menjadi pakaian sehari hari masyarakat Banjar, dan sekarang bukan hanya golongan elit bangsawan saja, tapi juga sering digunakan oleh masyarakat umum.

Keunikan lain dari batik satu ini, jika ingin mendapatkan batik sasirangan ini maka anda harus melakukan pemesanan terlebih dahulu, atau yang dikenal dalam adat banjar dengan proses "pamintaan".

Seperti yang dikutip dari Wikipedia Indonesia, jika kain sasirangan ini yang diartikan sebagai kain bergambar yang pembuatannya secara khusus dengan menuliskan atau menerakan malam pada kain itu, kemudian pembuatannya diolah dengan cara yang tertentu, Kain Sasirangan ini dianggap bukan termasuk batik karena tahapan proses pengolahannya sangat berbeda dengan pembuatan batik batik lainnya.

Dan keunikan lainnya batik sasirangan ini mempunyai motif yang paten, jika dilihat dari sudut pandang tertentu terlihat tidak lazim, dan pembuatan batik ini sudah dianggap sebagai budaya seperti batik tulis, akan tapi tingkat presisi dari awal sampai akhir motif tidak akan sama persis seperti batik cap.

Seperti yang saya tulis di atas, pembuatan batik ini diolah secara manual maka dari itu sangat tergantung pada presisi pembuatnya dari mengikat pola gambar batik.

Batik Sasirangan sendiri setidaknya mempunyai 21 motif tradisional, sebagaimana dikutip dari sebuah buku karya seorang budayawan asal Banjar "Haji Muhammad Syamsiar Seman" , nama nama motif tersebut diantaranya


  • Motif sarigading
  • Motif ombak sinapur karang
  • Motif hiris pudak
  • Motif hiris gagatas 
  • Motif kambang sakaki
  • Motif ingkang 
  • Motif bayam raja
  • Motif kambang kacang
  • Motif naga balimbur
  • Motif daun jeruju
  • Motif bintang bahambur 
  • Motif kulat karikit
  • Motif gigi haruan
  • Motif turun dayang
  • Motif kangkung kaombakan
  • Motif ular lidi
  • Motif Mayang maurai
  • Motif jajumputan


Dan dengan seiring berjalannya waktu motif atau gambar batik sasirangan ini semakin bertambah di tangan orang kreatif, bermunculan bermacam-macam motif dengan ornamen yang bermacam macam, di antaranya kambang tampuk manggis, dara manginang, putri manangis, kambang cengkeh, awan beriring, banawati, dan juga masih banyak motif yang lainnya.

Posting Komentar

0 Komentar